Perlengkapan “Perang” Nomor Satu: Visa
Seri 10 Hari di Inggris Raya
(Bagian 2) Perlengkapan “Perang” Nomor Satu: Visa
Liburan 10 hari di Inggris mungkin terasa pendek. Tapi, kalau Anda bisa memanfaatkan waktu dengan baik, 10 hari cukup untuk mengunjungi kota-kota besar di Inggris dan Skotlandia.
Saya bukan agen wisata resmi yang bisa memberi tip-tip handal berwisata di Inggris Raya. Saya juga bukan selebriti atau orang penting yang catatan perjalanannya selalu menarik untuk disimak. Tapi, kalau Anda berencana cuti heboh tahun ini, atau punya waktu banyak dan uang cukup untuk travelling, mungkin Anda bisa sedikit mencontek perjalanan saya 10 hari mengelilingi Inggris dan Skotlandia.
Perlengkapan ”Perang” Nomor Satu: Visa
Hal yang terutama untuk pergi ke ”medan perang” wisata keliling Inggris adalah: Visa. Yap, mengurus visa bisa jadi pain in the butt. Bukan hanya membutuhkan ongkos yang cukup besar, energi dan waktu juga terkuras, seperti keringat abang bakso di pinggir jalan. Hihi. Apalagi gundah gelisahnya memikirkan: ”Dapet nggak ya visanya?” Makanya, lebih baik Anda merencanakan matang-matang perjalanan Anda, baik secara finansial maupun tempat wisata apa saja yang ingin Anda kunjungi. Apalagi, semakin mantap rencana wisata Anda beserta bukti-bukti finansialnya, semakin besar kemungkinan Anda mendapat visa.
Pokoknya, paling tidak, sediakan 40 juta rupiah kalau Anda tidak punya relasi yang bisa mensponsori akomodasi Anda selama berkeliling Inggris. Kalau punya, tabungan tidak jadi masalah. Tapi, tetap saja, dunia imigrasi memang penuh misteri. Makanya, mantapkan semua rencana dan dokumen perjalanan Anda paling telat tiga bulan sebelum rencana keberangkatan. Niscaya, aplikasi visa tidak jadi masalah.
Masalah visa ini juga membuat kita sadar bahwa semurah apa pun rencana wisata kita, se-backpacking apapun skenarionya, liburan ke Inggris memang wisata mewah. Untuk mengamankan masalah visa application ini saja, memakan gocek setidaknya 30 sampai 40 juta rupiah.
Eits, jangan kaget. Bukan berarti ongkos visa application-nya semahal itu. Ongkos resmi aplikasi visa Inggris Raya bagi warga negara Indonesia yang mengurus visa dari Indonesia tidak lebih dari Rp 1.100.000. Kalau Anda mau pake jasa travel agent, rata-rata meminta tambahan Rp 300.000. Nah, tiga puluh sampai 40 juta itu tadi hanya sebagai ”pengaman” untuk track record Anda, untuk meyakinkan pihak imigrasi Inggris bahwa Anda sanggup menunjang diri Anda sendiri selama Anda berlibur.
Tidak ada uang sebanyak itu? Cari relasi (teman atau keluarga) yang bisa menunjang biaya akomodasi (paling tidak rumah dan transportasi) selama Anda di sana. Meskipun akan sedikit merepotkan relasi Anda dengan urusan surat-menyurat, Anda tidak perlu repot memenuhi tabungan dengan pinjam kiri pinjam kanan untuk sekedar membuat buku tabungan Anda terlihat ”cantik” di mata bapak-ibu imigrasi Inggris.
Untuk keterangan lebih lanjut masalah visa, kunjungi situs resmi Pusat Aplikasi Visa Inggris, VFS Global, yang merupakan mitra UK Border Agency (Konsulat Jenderal Inggris di Indonesia, pihak penentu pemberian visa Inggris) di sini.
Lalu, apa lagi yang harus disiapkan selain visa?
Esutoru
Apartemen Pentagon City, Arlington, Virginia
Jumat, 12 Maret 2010
Hitung mundur: 17 hari lagi dan 18 tulisan tersisa!
[...] masalah visa teratasi, rencana keuangan adalah beban berikutnya. Tentu saja, di benak orang banyak, liburan ke [...]
[...] Selamat menikmati dan semoga Anda bisa merasakan keriangan yang saya rasakan ketika saya berkeliling Inggris Raya dan ketika saya menulis artikel ini! [...]